Monday, May 21, 2012
Text Size

imagesBanyak hal yang dapat mempengaruhi terhadap prestasi siswa, seperti meluasnya konteks sekolah yang telah dibangun melalui hubungan antar siswa dalam ruang lingkup lebih luas hingga tingkat dunia. Terjadinya bentuk kerjasama baik dengan siswa dan guru, kolaborasi lintas daerah, dan bahkan kolaborasi dan kompetensi hingga tingkat dunia.

Hal ini sejalan dengan pemikiran Extensive evidence exists that engagement and motivation are critical elements in student success and learning (Theresa M. Akey, Ph.D. 2006.

Dari pemikiran tersebutlah maka dijadikan argument didalam mendukung pentingnya kerjasama Sisters School yaitu membangun kultur berbasis internasional dan mengembangkan konteks sekolah dalam rangka membangun perluasan wawasan siswa dan motivasi siswa belajar terutama dalam memperluas tantangan wacana kehidupan global serta untuk lebih memahami tentang apa yang bangsa lain pelajari serta telah menghasilkan apa saja.

 

Untuk itulah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cibadak, sekolah yang telah menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang beralamat

di jalan Jln.Perintis Kemerdekaan No.72 Cibadak Sukabumi sekolah yang saat ini di pimpin oleh Drs.Dedi Sofyan, M.Pd selaku kepala sekolahnya ini, pada tanggal 2 Desember hingga 3 Desember 2011 kemarin telah mengadakan program Sisters School dengan menerima tamu dari SMA OISCA Hamamatsu Shizueka Jepang.

Para siswa dari SMA OISCA Jepang yang berjumlah 22 orang yang juga di ikuti oleh Shinsenya (guru) tersebut datang ke SMAN Cibadak pada hari Jum,at. Sesampainya di SMAN Cibadak setelah acara sambutan dan perkenalan, para siswa langsung berangkat menuju Homestay, yaitu para siswa tersebut di tempatkan di rumah-rumah siswa yang menampung mereka. Tujuannya selain lebih dekat dengan para siswa, mereka diperkenalkan tentang adat dan tata cara serta budaya masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Cibadak Sukabumi.

Acara Pertukaran Senibudaya dan Olahraga SMAN Cibadak dengan SMA OISCA Jepang yang puncaknya dilaksanakan pada hari sabtu tersebut, juga dihadiri oleh para Muspika Kecamatan Cibadak. Beberapa sambutan, baik dari pihak SMA OISCA maupun dari pihak SMAN 1 Cibadak dan Muspika, ditutup dengan serah terima dari masing masing sekolah. Dari SMAN 1 Cibadak memberikan cindera mata berupa wayang Arjuna dan Shinta, sedangkan dari SMA OISCA Jepang memberikan cindera mata berupa kalender 2012 buatan siswanya sendiri, hastakarya daur ulang kertas berupa gambar gunung pujiyama, boneka khas Jepang, dan makanan khas Jepang (cake) untuk ketua komite.

 

Selain acara ramah tama dan sambutan, dialnjutkan juga beberapa penampilan kesenian dari masing masing sekolah. Diawali dengan penampilan seni angklung dan tari Gendis dari SMAN Cibadak, juga ada beberapa penampilan kesenian dari anak-anak SMA IOSCA Jepang yaitu tarian kecerian masyarakat nelayan jepang dan tarian kecerian masyarakat penambang Jepang.

Satu hal yang membuat acara itu bertambah meriah, yaitu pada saat ditampilkannya kesenian Jaipong dari SMAN 1 Cibadak, anak-anak dari SMA OISCA juga ikut turun dan mengikuti gerakan penari dari SMAN 1 Cibadak. Begitupun sebaliknya, saat anak-anak SMA OISCA Jepang menarikan tarian adat dari Jepang, anak anak dari SMAN 1 Cibadak juga ikut turun dan mengikuti gerakan dari anak-anak SMA OISCA tersebut. Walaupun dalam gerakan yang masi kaku dan mengundang banyak tepuk tangan dan gelak tawa. “Walaupun gerakan dan tarian mereka yang seadanya (SMA OISCA) namun hal tersebut patut kita hargai, khususnya dengan seni tari dari kita sendiri ternyata seni dan budaya kita juga diminati oleh masyarakat dunia”, ungkap Drs.Endang Sutisna. M.Pd humas SMAN 1 Cibadak ketika di temui disekolah. (YD)

http://englishforsmandak.wordpress.com/

Sign in with Facebook

Kurikulum

  • Jadwal Pelajaran
  • Jam Mengajar Guru
  • Data Penjurusan
  • Kalender Akademik